Sabtu, 28 Juni 2014

The secret cry

The secret cry
Angin berhembus malam ini...
Menghampiriku di dalam kesepian...
Ku terduduk tak tertujuan...
Mengerutkan hadi hingga mata mulai tak terbuka...
Tak terasa...
Angin menyampar tetesan air itu...
Tetesan air yang tercipta oleh mataku...
Jatuh seraya tak menginginkan betuknya...
Dan jatuh.... tanpa ku tahan...
Berulang kali hingga ku sadari....
Telah membasahi kain di tubuhku...
Ku usap dengan lenganku...
Hingga mataku terlihat sendu...
Ku ucapkan kata untuk menguatkan diriku...
Ku coba bangkit dan mengusap semua tetasan itu...
Tanpa ku sadari terlintas memori...
Memori yang selalu mengingatkanku tentang sesuatu...
Tak bisa ku tahan...
Air itu bukan hanya tertetes...
Namun mengalir dengan keloknya...
Ku tutup wajahku...
Dan terduduk lagi tanpa daya...

Teriakan sesekali ku lirihkan...
Hingga suaraku sedikit menghilang...
Aku teriakkan...
Namun hanyalah teriakan tanpa daya...
Ku mulai terlihat tak berfikiran...
Menjambakkan rambut dan teriak kesakitan...
Menggigit bibir hingga memerah...
Menamparkan tanganku kedinding...
Tetapi, hal itu membuatku tambah sakit...
Ku tahan tahan dan tahan....
Namun, mataku tak mau bekerja sama...
Ku berlari menuju ganggang pintu...
Mengucinya untuk memastikan tak terlihat...
Ku biarkan ini menjadi kesedihanku...
Tanpa ada yang menguatkan...
Tanpa ada angin yang menghampiri...
Dan tanpa ada cahaya yang menemani...
Ku tutup mataku dan mencoba tidur...
Untuk menghilangkan mata sendu yang telah terlukis...
“This is my sadness”
“Im alone without you”
“And it is my secret cry”




Secret Cry

By : Laila Khairunnisa Amini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar