My friend is my Shadow
Ku dengar kicauan
burung...
Ku rasakan hembusan angin...
Seolah diri mereka bebas di luar sana...
Aku hanya bisa mendengar dan merasakan hal itu...
Serta melihat keadaanku sendiri...
Kaki dan tanganku terjerat kayu...
Sehingga ku hanya bisa sedikit menggeser tubuhku...
Untuk mencapai jendela di sampingku...
Dari jendela...
Ku lihat mereka bermain dengan para kupu kupu...
Saling tertawa dan berbagi cerita...
Aku ikut merasakan kebahagian ketika melihat mereka...
Sementara aku hanya ada di dalam pasungan ini!...
Tanpa ada alasan oleh ibu tiri...
Tanpa ada pembelaan dari ayah...
Dan tanpa ku sadari aku membayangkan diriku di sebuah taman...
Bermain dengan kupu kupu itu dan bersama ibu yang datang menghampiriku..
Aku dapar merasakan sinar matahari yang merasuk ke tubuhku...
Dan merasakan dedaunan berjatuhan di sekitarku...
Bebas ku rasakan di alam sana...
Dan berbahagia bersama ibu...
Beberapa detik kemudian...
Aku tersadar dari lamunanku...
Taman yang tadi ku lihat di depan mataku...
Sekarang berubah menjadi jajaran besi yang menghadangku...
Aku menangis tanpa ada yang mendengar...
Aku aku meneteskan air mata tanpa ada yang mengusapnya...
Dan aku melara tanpa ada yang menguatkanku...
Apa yang harus ku lakukan bu?...
Aku terjerat dalam penjara ini....
Ibu kemana?...
Mengapa tak menolongku?....
Sampai tiba suatu titik cahaya di hadapanku...
Terdengar seseorang berbicara...
Yang mengatakan aku akan bahagia...
Beberapa detik kemudian cahaya itu menghilang...
Menghilang menjadi butiran butiran kecil...
Butiran tersebut membentuk seseorang yang tak asing bagiku...
Ku lihat dan ku perhatikan orang itu...
Tangan dan kakinya terjerat...
Sepertinya dia memiliki nasib sepertiku...
Ku hanya bisa melirik...
Ku hanya bisa tersenyum...
Dan ku hanya bisa menyapanya...
Tak lama, aku pun terkejut...
Karena dia hanyalah sebuah bayangan...
Bayangan yang menggambarkan kondisi seseorang...
Betapa kecewanya diriku setelah mengetahuinya...
Ternyata dia hanyalah bayanganku sendiri...
Apakah benar benar tak ada orang yang peduli padaku?
Sehingga orang yang ku anggap temanku...
Hanyalah bayanganku sendiri?
Tak lama juga...
Nafas yang ku hembuskan mulai terasa...
Jantungku seolah ingin berhenti berdetak...
Dan ku mulai mengantuk dan mulai memejamkan mataku...
Yang ku kira hanya untuk sementara...
Tapi sepertinya untuk selamanya...
Saat itu juga kusadari inilah akhir semua penderitaanku...
Selamat tinggal semuanya...
Ku kan menyusulmu ibu...
Dan selamat tinggal teman...
Mungkin inilah terakhir kalinya ku melihatmu...
Sampaikanlah kepada mereka...
Jika ku telah pergi...
Dan takkan membebani mereka lagi...
Ku rasakan hembusan angin...
Seolah diri mereka bebas di luar sana...
Aku hanya bisa mendengar dan merasakan hal itu...
Serta melihat keadaanku sendiri...
Kaki dan tanganku terjerat kayu...
Sehingga ku hanya bisa sedikit menggeser tubuhku...
Untuk mencapai jendela di sampingku...
Dari jendela...
Ku lihat mereka bermain dengan para kupu kupu...
Saling tertawa dan berbagi cerita...
Aku ikut merasakan kebahagian ketika melihat mereka...
Sementara aku hanya ada di dalam pasungan ini!...
Tanpa ada alasan oleh ibu tiri...
Tanpa ada pembelaan dari ayah...
Dan tanpa ku sadari aku membayangkan diriku di sebuah taman...
Bermain dengan kupu kupu itu dan bersama ibu yang datang menghampiriku..
Aku dapar merasakan sinar matahari yang merasuk ke tubuhku...
Dan merasakan dedaunan berjatuhan di sekitarku...
Bebas ku rasakan di alam sana...
Dan berbahagia bersama ibu...
Beberapa detik kemudian...
Aku tersadar dari lamunanku...
Taman yang tadi ku lihat di depan mataku...
Sekarang berubah menjadi jajaran besi yang menghadangku...
Aku menangis tanpa ada yang mendengar...
Aku aku meneteskan air mata tanpa ada yang mengusapnya...
Dan aku melara tanpa ada yang menguatkanku...
Apa yang harus ku lakukan bu?...
Aku terjerat dalam penjara ini....
Ibu kemana?...
Mengapa tak menolongku?....
Sampai tiba suatu titik cahaya di hadapanku...
Terdengar seseorang berbicara...
Yang mengatakan aku akan bahagia...
Beberapa detik kemudian cahaya itu menghilang...
Menghilang menjadi butiran butiran kecil...
Butiran tersebut membentuk seseorang yang tak asing bagiku...
Ku lihat dan ku perhatikan orang itu...
Tangan dan kakinya terjerat...
Sepertinya dia memiliki nasib sepertiku...
Ku hanya bisa melirik...
Ku hanya bisa tersenyum...
Dan ku hanya bisa menyapanya...
Tak lama, aku pun terkejut...
Karena dia hanyalah sebuah bayangan...
Bayangan yang menggambarkan kondisi seseorang...
Betapa kecewanya diriku setelah mengetahuinya...
Ternyata dia hanyalah bayanganku sendiri...
Apakah benar benar tak ada orang yang peduli padaku?
Sehingga orang yang ku anggap temanku...
Hanyalah bayanganku sendiri?
Tak lama juga...
Nafas yang ku hembuskan mulai terasa...
Jantungku seolah ingin berhenti berdetak...
Dan ku mulai mengantuk dan mulai memejamkan mataku...
Yang ku kira hanya untuk sementara...
Tapi sepertinya untuk selamanya...
Saat itu juga kusadari inilah akhir semua penderitaanku...
Selamat tinggal semuanya...
Ku kan menyusulmu ibu...
Dan selamat tinggal teman...
Mungkin inilah terakhir kalinya ku melihatmu...
Sampaikanlah kepada mereka...
Jika ku telah pergi...
Dan takkan membebani mereka lagi...
Karya
Laila Khairunnisa Amini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar