Sabtu, 28 Juni 2014

Seakan menghilang

Seakan menghilang
Hidupku… Aku merasa hidupku yang sekarang… jauh berbeda dibanding dulu...
Indahnya hidup… pernah sangat kurasakan disuatu waktu…
Ketika ditemani bintang dan bulan yang selalu kucinta… dan tiada akhirnya…
Indahnya itu, sangat kurasakan tanpa ada… kebahagiaan lain yang dapat melewatinya…
Tetapi, Seiring berjalannya waktu… hidup yang kurasakan itu kian musnah tiada sisa…
Cuma… Karena sebuah bulan yang amat ku cintai tidak mau menemaniku…
Dan mulai saat itu… Hidupku seakan hampa, hambar, tiada rasa…
Seakan-akan aku hanyalah gelembung… yang menunggu detik untuk memecahkan dirinya…
Hanya bintang yang mengusap air di pipiku … yang membuatku lebih tenang, ketika rasa
sedih itu datang kembali… Tapi, apakah itu dapat  kujalani??? Ada ribuan bintang yang
menguatkan diriku tetapi sebuah bulan… terus menjauhiku?...

Disuatu waktu… Aku membayangkan…
Diriku menghilang, dibawa angin entah kemana arahnya…
Hanya terdapat satu titik terang yang menemaniku… di kegelapan tersebut…
Gelap… semakin gelap…
Dan tiba-tiba cahaya tersebut membesar yang menggantikan kegelapan disekitarku…
Aku lega… Karena disekelilingku kembali seperti biasa… tanpa ada bedanya
Aku melangkah.. terus melangkah.. dan tanpa sadar, aku dapat menembus dinding didepanku..
Kecemasan melandaku…
Dan beberapa detik kemudian… terlihat sebuah kendaraan datang menghampiriku…
Kulihat seseorang turun dari kendaraan itu… Ternyata ialah bulan yang selama ini kucintai
Aku menyapanya… dan tanpa terasa, tubuhku berlari kearahnya seakan ingin memeluknya…
Entah mengapa… Dirinya yang tadinya berada di depanku, kini berada di belakangku…
Aku berbalik arah… dan langsung mengejarnya…
Seketika aku berfikir… bahwa ia telah membenci diriku dan mencoba menjauhiku…
Tiba-tiba… kakiku tak dapat digerakkan… tubuhku terjatuh dengan lemahnya…
Aku takut… akupun berdoa… dan meminta satu permintaan kepada Allah
Izinkan aku untuk tetap bisa mengejar bulan yang ku cinta tersebut…
Dan doaku langsung terkabul sacara tiba-tiba…
Aku bangkit… dan langsung mengejarnya tanpa berfikir panjang…
Dia terus berjalan… kesebuah gedung berwarna hijau yang terasa familiar di mataku…
Aku pun terus mngejarnya… dan tanpa terasa aku telah sampai disebuah ruangan
Aku melihat ruangan tersebut… sangat kurasakan bahwa aku pernah berada disini…
Aku juga melihat di sekitarku… dan banyak sekali orang-orang yang sangat kukenal…
Aku menyapa mereka…
Tapi., tiada satupun dari mereka yang menanggapiku…
Saat itu juga… kulihat meraka berlari mendekati sebuah papan hijau…
Tampak seorang bapak, berbicara di depan mereka… seakan ingin menempelkan selembar
kertas di papan tersebut…
Tampak … suasana haru menyelimuti mereka…
Tapi, tampak juga… sebagian dari mereka tidak menghiraukan kertas tersebut…
Aku bingung… yang dicampur dengan perasaan yang kecewa…
Karena mereka sama sekali tidak menghiraukan diriku…
Setelah itu, aku langsung marah… dan melangkah untuk meninggalkan mereka…
Beberapa menit kemudian,  ada seseorang yang berlari kearahku…
Tapi sepertinya, bukanlah diriku yang dituju… melainkan papan yang tadi kutinggalkan…
Langkah demi langkah… seseorang itu terus mendekat…
Dan aku tak percaya… rupanya dia bulan yang tadi kukejar…
Dia tampak sangat lelah… Ingin kuusap air yang berada di dahinya…
Tetapi… dia sama sekali tidak memperhatikanku dan langsung berlari menuju papan…
Seketika aku langsung marah… tapi kembali mendekati papan tersebut…
Aku sangat penasaran… ingin kubaca lembaran kertas tersebut…
Dan satu persatu… orang-orang meninggalkan papan, kembali keruangan yang tadi…
Saat itu juga aku membaca lembaran kertas tersebut…
Aku tak percaya… dan aku tak menyangka…
Pengumuman tersebut berisi tentang dukacita…
Aku menangis… bukan karena orang yang tiada adalah orang yang kusanyang melainkan…
Orang yang terlah tiada itu… ialah diriku sendiri…
Aku terus membaca ulang… dan berakhir dengan cucuran air mata yang kian tak terasa…
Telah membasahi saluruh pakaian yang sedang ku pakai…
Aku terus menagis… sampai-sampai air mata itu sudah tidak terasa di pipiku…
Dan aku menyadari aku telah tiada… didunia dan kehidupanku…

Setelah itu… aku kembali keruangan yang tadi… tanpa mengusap air yang dipipiku…
Dab telah kusadari bahwa ruangan itu ialah kelasku…
Aku mulai melihat… bintang-bintang meneteskan air matanya…
Dan aku selalu mencoba untuk mengusapnya…
Tapi seakan sia-sia…
Tak setetes pun yang dapat ku usap…
Seketika aku pun ikut menangis lagi… dan langsung memeluk erat tubuh mereka…
Aku merasakan kesedihan mendalam disaat itu…
Beberapa detik kemudian muncullah setitik cahaya…
Seakan ingin membawaku ke ruangan yang berbeda…
Aku takut namun, aku melepaskan pelukan eratku kepada mereka…
Aku mulai melangkah keaarah titik cahaya tersebut…
Dengan satu permintaan dihatiku… agar aku dapat kembali keduniaku lagi…
Aku masuk… masuk semakin jauh dan… terjatuh dalam sebuah jurang…
Dan………… akupun terbangun dari mimpi panjangku…
Beberapa saat aku tidak percaya itu hanya sebuah mimpi…
Namun akhirnya aku percaya… itu hanya sebuah mimpi kerena aku telah melamun panjang...
Disaat itu juga, aku bersyukur…
Aku berdoa agar bulan yang kucinta…
Kembali menemaniku seperti biasanya…
Karena hanya dialah yang dapat membuat hidupku lebih indah dibanding sebelumnya…
Bulan… kembalilah, aku sangat merindukan dirimu yang itu…
I wanna make you mine…



Karya : Laila Khairunnisa Amini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar