Seakan menghilang
Hidupku…
Aku merasa hidupku yang sekarang… jauh berbeda dibanding dulu...
Indahnya hidup… pernah sangat kurasakan disuatu
waktu…
Ketika ditemani bintang dan bulan yang selalu
kucinta… dan tiada akhirnya…
Indahnya itu, sangat kurasakan tanpa ada…
kebahagiaan lain yang dapat melewatinya…
Tetapi, Seiring berjalannya waktu… hidup yang
kurasakan itu kian musnah tiada sisa…
Cuma… Karena sebuah bulan yang amat ku cintai
tidak mau menemaniku…
Dan mulai saat itu… Hidupku seakan hampa,
hambar, tiada rasa…
Seakan-akan aku hanyalah gelembung… yang
menunggu detik untuk memecahkan dirinya…
Hanya bintang yang mengusap air di pipiku …
yang membuatku lebih tenang, ketika rasa
sedih itu datang kembali… Tapi, apakah itu
dapat kujalani??? Ada ribuan bintang
yang
menguatkan diriku tetapi sebuah bulan… terus
menjauhiku?...
Disuatu waktu… Aku membayangkan…
Diriku menghilang, dibawa angin entah kemana
arahnya…
Hanya terdapat satu titik terang yang
menemaniku… di kegelapan tersebut…
Gelap… semakin gelap…
Dan tiba-tiba cahaya tersebut membesar yang
menggantikan kegelapan disekitarku…
Aku lega… Karena disekelilingku kembali seperti
biasa… tanpa ada bedanya
Aku melangkah.. terus melangkah.. dan tanpa
sadar, aku dapat menembus dinding didepanku..
Kecemasan melandaku…
Dan beberapa detik kemudian… terlihat sebuah
kendaraan datang menghampiriku…
Kulihat seseorang turun dari kendaraan itu…
Ternyata ialah bulan yang selama ini kucintai
Aku menyapanya… dan tanpa terasa, tubuhku
berlari kearahnya seakan ingin memeluknya…
Entah mengapa… Dirinya yang tadinya berada di
depanku, kini berada di belakangku…
Aku berbalik arah… dan langsung mengejarnya…
Seketika aku berfikir… bahwa ia telah membenci
diriku dan mencoba menjauhiku…
Tiba-tiba… kakiku tak dapat digerakkan… tubuhku
terjatuh dengan lemahnya…
Aku takut… akupun berdoa… dan meminta satu
permintaan kepada Allah
Izinkan aku untuk tetap bisa mengejar bulan
yang ku cinta tersebut…
Dan doaku langsung terkabul sacara tiba-tiba…
Aku bangkit… dan langsung mengejarnya tanpa berfikir
panjang…
Dia terus berjalan… kesebuah gedung berwarna
hijau yang terasa familiar di mataku…
Aku pun terus mngejarnya… dan tanpa terasa aku
telah sampai disebuah ruangan
Aku melihat ruangan tersebut… sangat kurasakan
bahwa aku pernah berada disini…
Aku juga melihat di sekitarku… dan banyak
sekali orang-orang yang sangat kukenal…
Aku menyapa mereka…
Tapi., tiada satupun dari mereka yang
menanggapiku…
Saat itu juga… kulihat meraka berlari mendekati
sebuah papan hijau…
Tampak seorang bapak, berbicara di depan
mereka… seakan ingin menempelkan selembar
kertas di papan tersebut…
Tampak … suasana haru menyelimuti mereka…
Tapi, tampak juga… sebagian dari mereka tidak
menghiraukan kertas tersebut…
Aku bingung… yang dicampur dengan perasaan yang
kecewa…
Karena mereka sama sekali tidak menghiraukan
diriku…
Setelah itu, aku langsung marah… dan melangkah
untuk meninggalkan mereka…
Beberapa menit kemudian, ada seseorang yang berlari kearahku…
Tapi sepertinya, bukanlah diriku yang dituju…
melainkan papan yang tadi kutinggalkan…
Langkah demi langkah… seseorang itu terus
mendekat…
Dan aku tak percaya… rupanya dia bulan yang
tadi kukejar…
Dia tampak sangat lelah… Ingin kuusap air yang
berada di dahinya…
Tetapi… dia sama sekali tidak memperhatikanku
dan langsung berlari menuju papan…
Seketika aku langsung marah… tapi kembali
mendekati papan tersebut…
Aku sangat penasaran… ingin kubaca lembaran
kertas tersebut…
Dan satu persatu… orang-orang meninggalkan
papan, kembali keruangan yang tadi…
Saat itu juga aku membaca lembaran kertas
tersebut…
Aku tak percaya… dan aku tak menyangka…
Pengumuman tersebut berisi tentang dukacita…
Aku menangis… bukan karena orang yang tiada
adalah orang yang kusanyang melainkan…
Orang yang terlah tiada itu… ialah diriku
sendiri…
Aku terus membaca ulang… dan berakhir dengan
cucuran air mata yang kian tak terasa…
Telah membasahi saluruh pakaian yang sedang ku
pakai…
Aku terus menagis… sampai-sampai air mata itu
sudah tidak terasa di pipiku…
Dan aku menyadari aku telah tiada… didunia dan
kehidupanku…
Setelah itu… aku kembali keruangan yang tadi…
tanpa mengusap air yang dipipiku…
Dab telah kusadari bahwa ruangan itu ialah
kelasku…
Aku mulai melihat… bintang-bintang meneteskan
air matanya…
Dan aku selalu mencoba untuk mengusapnya…
Tapi seakan sia-sia…
Tak setetes pun yang dapat ku usap…
Seketika aku pun ikut menangis lagi… dan
langsung memeluk erat tubuh mereka…
Aku merasakan kesedihan mendalam disaat itu…
Beberapa detik kemudian muncullah setitik
cahaya…
Seakan ingin membawaku ke ruangan yang berbeda…
Aku takut namun, aku melepaskan pelukan eratku
kepada mereka…
Aku mulai melangkah keaarah titik cahaya
tersebut…
Dengan satu permintaan dihatiku… agar aku dapat
kembali keduniaku lagi…
Aku masuk… masuk semakin jauh dan… terjatuh
dalam sebuah jurang…
Dan………… akupun terbangun dari mimpi panjangku…
Beberapa saat aku tidak percaya itu hanya
sebuah mimpi…
Namun akhirnya aku percaya… itu hanya sebuah
mimpi kerena aku telah melamun panjang...
Disaat itu juga, aku bersyukur…
Aku berdoa agar bulan yang kucinta…
Kembali menemaniku seperti biasanya…
Karena hanya dialah yang dapat membuat hidupku
lebih indah dibanding sebelumnya…
Bulan… kembalilah, aku sangat merindukan dirimu
yang itu…
I wanna make you mine…
Karya
: Laila Khairunnisa Amini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar