Senin, 08 Desember 2014

Impian sederhana



Impian yang ingin ku wujudkan

Dari kecil aku hanya bermimpi. Bermimpi untuk mewujudkan sesuatu yang telah aku tanamkan diriku. Impian itu adalah membahagiakan orang tuaku. Entah apa yang ada di fikiranku hingga aku sangat menginginkan menggapai impianku itu melalui tanganku, jerih payahku, dan dari otakku sendiri. Apa yang bisa ku lakukan? Aku hanyalah anak yang belum punya penghasilan? Aku juga bukan anak yang memiliki kadar kecantikan yang tinggi, bahkan tak ada orang yang tertarik dan senang kepadaku kecuali keluarga dan sahabatku. Aku juga bukan anak yang jenius, bahkan memikirkan sesuatu yang sulit saja, membuat kepalaku sudah hampir pecah rasanya. Dan aku juga bukanlah orang yang memiliki ide-ide kreatif serta kata kata bijak yang dapat mereka gunakan untuk menjadi seorang yang besar.

Terus bagaimana dengan diriku? Bagaimana caraku mewujudkan impianku? Impian yang sesederhana itu, benar benar sulit untukku capai, kecuali dengan satu hal, “Melawan hawa nafsu”. Itulah yang belum bisa kunilai dari diriku sendiri. Apakah aku berhasil melawan nafsuku sendiri? Karena Cuma itulah yang bisa ku pakai sebagai dasar agar mimpiku dapat terwujud.

Melawan nafsu bisa di bagi banyak kategori. Pertama melawan rasa nafsu untuk tidak sama sekali membantah orang tua dan merepotkannya. Kedua melawan nafsu yang selalu malas belajar. Ketiga melawan nafsu untuk tidak mengikuti tren dan pergaulan jaman sekarang yang semakin menjadi jadi. Dan keempat melawan nafsu yang tidak baik, sopan, serta lemah lembut kepada orang lain.

Dari semua itu, aku benar benar belum bisa untuk tidak melakukan semuanya. Pertama melawan rasa nafsu untuk tidak sama sekali membantah orang tua dan merepotkannya, masih sangat jarang untukku lakukan. Kedua melawan nafsu yang selalu malas belajar terkadang nafsu ini menyelimuti tubuhku. Ketiga melawan nafsu untuk tidak mengikuti tren dan pergaulan jaman sekarang yang semakin menjadi jadi, mungkin yang ini lumayan bisa ku ikuti dengan tidak melakukan perbuatan yang melanggar peraturan dalam agama yaitu “Pacaran”. Dan keempat melawan nafsu yang tidak baik, tidak sopan, serta tidak lemah lembut kepada orang lain, sejauh ini masih sering ku coba, walaupun belum tuntas.
Dari sini aku sadar, inilah motivasiku. Inilah yang akan membuatku bangkit. Mungkin sekarang aku masih kalah. Tapi, insyaallah aku akan berjuang mengeluarkan yang terbaik dari diriku bukan merasa senang ketika dapat mengalahkan orang lain, tapi merasa senang karena bisa mengeluarkan yang terbaik dari diriku untuk mewujudkan impianku.

#Salamdariorangyanginginmewujudkanimpiansederhana^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar